Home > PAUD > BERCERITA ISI BUKU (STORY BOOK READING)

BERCERITA ISI BUKU (STORY BOOK READING)

Tracey (Wortham, 2006) menganjurkan 9 gagasan yang dapat dilakukan orang tua dalam bercerita isi buku dengan anak:

1. Get your children to talk.

anak-anak belajar melalui percakapan dan pertanyaan. Orang tua dalam hal ini penting sekali umpan terhadap anak sehingga terjadi komunikasi dua arah dan menghargai dari berbagai pertanyaan yang diajukan oleh anak yang diakibatkan oleh respon mereka terhadap buku.

2. Help your children understand the story.

penting sekali bagi orang tua untuk membantu anak agar mengerti isi cerita, salah satu contoh orang tua menjelaskan hubungan-hubungan antar kejadian dalam cerita atau para lakon yang ada dalam cerita. Sehingga akhirnya anak mengerti tentang isi dan arah cerita.

3. Praise your children.

Memberikan pujian terhadap anak, dan orang tua perlu menunjukkan kebanggaan ketika anak mempertanyakan sesuatu dari bagian isi cerita. Orang tua penting memberikan pujian dan menganggap pertanyaan anak sebagai pertanyaan terbaik. Sehingga dengan upaya tersebut, anak tidak mengalami kejenuhan dan menganggap pertanyaanya sebagai sesuatu yang membanggakan bagi orang tuanya.

4. Relate the book to your life.

Orang tua perlu menceritakan kepada anak berbagai hubungan dari cerita buku dengan kehidupan sehari-hari. Praktik tersebut akan membantu anak lebih memahami apa yang diceritakan oleh buku, karena ada bentuk contoh nyata yang telah diutarakan orang tua dalam kejadian sehari-hari sebagai perbandingan terhadap isi cerita buku.

5. Ask your children good questions during story book reading.

Orang tua penting memberikan pertanyaan-pertanyaan yang terbaik terhadap anak selama membaca buku cerita, yaitu pertanyaan yang sederhana mungkin sehingga mudah dipahami anak, dengan pertanyaan yang baik dan sederhana tentunya akan membantu anak lebih paham terhadap maksud pertanyaan.

6. Wait for answer.

Setelah orang tua memberikan pertanyaan terhadap anak, penting sekali orang tua menunggu dan memberi waktu terhadap anak untuk menjawabnya, dengan pengertian lain orang tua tidak bertindak otoriter tehadap pemikiran anak, karena dengan memberikan keleluasaan dan waktu bagi anak untuk menjawab pertanyaan, akan merangsang kemampuan anak dalam usaha berfikirnya.

7. With younger children, point to words when you read.

Orang tua penting menunjukkan kata-kata atau kalimat dalam sebuah buku cerita disaat membaca, karena dengan penunjukan ini akan membantu anak untuk mengerti tentang kata-kata atau gabungan huruf yang membentuk kata tersebut, dengan penunjukan tulisan ketika membaca dari kiri ke kanan, dan ketika membuka halaman berikutnya di upayakan setelah membaca semua isi halaman.

8. Choose books carefully.

Memilih buku untuk anak dalam rangka membaca buku cerita bersama, sangatlah penting. Banyak buku yang menyenangkan akan tetapi terkadang tidak mudah dan sulit untuk dicerna oleh anak.

9. Have fun.

Orang tua perlu menunjukkan dan menciptakan suasana yang menyenangkan kepada anak ketika membaca buku bersama, sehingga membaca buku bersama menjadi pengalaman yang menyenangkan.

Sumber:

Wortham, Sue, C. (2006). Early Childhood Curriculum: Developmental Based for Learning and Teaching. USA: Pearson Merril Prentice Hall.

Categories: PAUD Tags: ,
  1. 27/08/2009 at 3:21 pm

    bagus, ini adalah cara yang pas, jd tidak sekedar hanya membacakan saja. tapi kontennya masih kurang, masak isinya satu halaman saja

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: